Notification

×

Iklan



Iklan



Setahun Pasca Bencana, Jalan Provinsi Simpang Kuripan-Cukuh Balak Kian Memprihatinkan: Warga Tagih Janji Perbaikan

22 Februari 2026 | Februari 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-22T08:22:21Z


Tanggamus – Lensa Monitor

Akses jalan utama yang menghubungkan Simpang Kuripan, Kecamatan Limau menuju Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, hingga kini masih dalam kondisi rusak parah. Infrastruktur yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Lampung tersebut hingga saat ini belum tersentuh perbaikan permanen, meski pihak dinas terkait dikabarkan telah melakukan peninjauan ke lokasi.

​Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan paling signifikan berada di sekitar wilayah Desa Pekondoh, Kecamatan Cukuh Balak. Setidaknya terdapat empat titik kerusakan yang masuk dalam kategori fatal dan sangat berisiko memicu kecelakaan lalu lintas.


​Kerusakan ini merupakan dampak dari bencana alam yang terjadi pada tahun 2025 lalu. Di beberapa lokasi, terlihat sisa-sisa material longsoran tanah yang sempat menutupi badan jalan. Mirisnya, agar akses tetap dapat dilalui, masyarakat setempat terpaksa melakukan evakuasi material secara swadaya dengan alat seadanya tanpa dukungan alat berat dari pemerintah.

​Kondisi di salah satu titik memperlihatkan badan jalan yang mengalami retak besar dan amblas, sehingga sangat menyulitkan kendaraan yang melintas. Lebih mengkhawatirkan lagi, terdapat bahu jalan yang longsor dan berbatasan langsung dengan bibir pantai yang curam serta berbatu dengan kedalaman mencapai puluhan meter.

Karakteristik jalan yang didominasi tanjakan terjal dan tikungan tajam kian mempersulit para pengendara. Minimnya lebar jalan akibat amblas membuat pengemudi harus ekstra waspada dan melakukan manuver berbahaya saat berpapasan dengan kendaraan lain dari arah berlawanan.


​Kepala Desa Pekondoh, Ahmad Zazani, menyatakan keprihatinannya atas kondisi ini. Menurutnya, jalan tersebut merupakan urat nadi utama bagi masyarakat Cukuh Balak, Kelumbayan, dan Kelumbayan Barat.

​"Kami sangat berharap kepada Dinas BMBK Provinsi Lampung untuk segera melakukan perbaikan fisik. Ini adalah satu-satunya akses darat kami menuju pusat Pemerintahan Kabupaten Tanggamus. Kami tidak ingin menunggu sampai jatuh korban jiwa baru ada tindakan," tegas Ahmad Zazani.


​Ia juga menambahkan bahwa pihak Dinas Provinsi sebenarnya sudah pernah meninjau lokasi tersebut, namun hingga saat ini belum ada realisasi perbaikan yang terlihat di lapangan.


​Selain masalah keselamatan, kerusakan jalan ini berdampak langsung pada roda perekonomian. Kecamatan Cukuh Balak yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Tanggamus kini mulai sepi pengunjung akibat akses jalan yang dianggap ekstrem dan tidak aman.

Tak hanya itu, jalur ini merupakan penggerak transaksi perdagangan vital yang menghubungkan masyarakat Cukuh Balak dengan wilayah Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Pesawaran, hingga Kota Bandar Lampung. Jika terus dibiarkan, dikhawatirkan biaya logistik akan membengkak dan menghambat pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir Tanggamus tersebut.

Masyarakat kini mendesak Pemerintah Provinsi Lampung untuk segera mengalokasikan anggaran perbaikan di tahun ini sebelum kerusakan semakin meluas dan memutus akses antar-kabupaten tersebut secara total. (One*)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update