Notification

×

Iklan

Iklan



Singkong Garuda Putih Pringsewu, Bahan Baku MOCAF yang Angkat Pendapatan Petani

19 Mei 2026 | Mei 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-19T11:27:46Z


Pringsewu – Lensa Monitor

Singkong Garuda Putih menjadi salah satu komoditas pertanian yang mulai dikembangkan di Kabupaten Pringsewu sebagai bahan baku utama MOCAF (Modified Cassava Flour). Pengembangan ini merupakan bagian dari upaya Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu dalam mendorong hilirisasi hasil pertanian, khususnya ubi kayu, agar tidak hanya dipasarkan dalam bentuk umbi segar tetapi juga diolah menjadi produk turunan yang memiliki nilai tambah ekonomi lebih tinggi.


Singkong Garuda Putih dipilih karena memiliki karakteristik umbi berwarna putih bersih, tekstur padat, serta kandungan pati yang tinggi, sehingga sangat sesuai untuk proses pembuatan mocaf. Bahan baku dengan kualitas tersebut menghasilkan tepung yang lebih cerah, halus, dan memiliki aroma netral, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan alternatif pengganti sebagian tepung terigu untuk berbagai produk olahan, seperti kue, makanan ringan, hingga bahan campuran aneka pangan lokal.


Pengolahan singkong menjadi mocaf juga memberikan peluang peningkatan pendapatan bagi petani. Dengan sistem hilirisasi, hasil panen singkong dapat diolah lebih lanjut melalui proses pengupasan, pencucian, perajangan, fermentasi, pengeringan, dan penggilingan. Secara umum, sekitar 1 ton singkong segar dapat menghasilkan kurang lebih 200 kilogram mocaf, sehingga pengembangan komoditas ini dinilai memiliki prospek usaha yang menjanjikan bagi kelompok tani maupun pelaku usaha pengolahan di pedesaan.


Di Kabupaten Pringsewu, pengembangan singkong Garuda Putih diarahkan untuk memperkuat sentra produksi ubi kayu sekaligus mendukung tumbuhnya industri pengolahan berbasis pertanian. Melalui keterlibatan petani, kelompok tani, dan pelaku UMKM, diharapkan terbentuk rantai usaha yang berkelanjutan dari sektor budidaya hingga pengolahan hasil. Selain menghasilkan tepung mocaf, limbah hasil pengolahan seperti kulit singkong dan air fermentasi juga berpotensi dimanfaatkan menjadi produk sampingan, seperti pakan ternak dan pupuk organik cair, sehingga mendukung konsep pertanian terpadu dan ramah lingkungan.


Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu terus mendorong pengembangan komoditas ini melalui pembinaan budidaya, penguatan kelembagaan petani, serta dukungan pada kegiatan pascapanen dan pengolahan. Langkah ini diharapkan dapat menjadikan singkong Garuda Putih sebagai salah satu komoditas unggulan daerah yang tidak hanya mendukung diversifikasi pangan lokal, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperluas pasar produk olahan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani di Kabupaten Pringsewu.

(FPII)_

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update