Notification

×

Iklan



Iklan



Pembangunan SMP Satap Cukuh Balak Mangkrak Hingga Akhir Tahun, Sanksi atau Addendum?

05 Januari 2026 | Januari 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-05T00:39:46Z


Tanggamus.  ----   Lensa Monitor.

Pembangunan gedung SMP Satap di Pekon Kubulangka, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, kini tengah menjadi sorotan tajam. Proyek fantastis dengan kucuran dana rakyat senilai lebih kurang Rp1,1 miliar yang dikerjakan oleh CV Mustika Mulya Kencana ini tak kunjung usai meski kalender telah berganti ke tahun 2026.


​Bukan sekadar keterlambatan, proyek ini diduga kuat sarat akan praktik nakal, mulai dari rendahnya kualitas material hingga indikasi 'main mata' dalam perpanjangan waktu pengerjaan.


​Sejak peletakan batu pertama, aroma ketidakberesan sudah tercium oleh warga dan aktivis. Berdasarkan pantauan di lapangan, standar konstruksi bangunan pendidikan ini jauh dari kata layak. Beberapa temuan krusial meliputi:

​• Material Buruk: Penggunaan pasir yang bercampur tanah.

• ​Standar SNI Diabaikan: Adukan semen cor tidak memenuhi spesifikasi teknis.

​• Konstruksi Dak Ringkih: Anyaman besi untuk lantai dak dinilai tidak sesuai standar keamanan struktur bangunan.


​Ketua LSM LPAKN RI Tanggamus, Helmi, mengecam keras masih beroperasinya CV Mustika Mulya Kencana di lokasi proyek padahal masa kontrak telah habis. Ia mendesak Dinas Pendidikan Tanggamus untuk tidak 'buang badan'.


​"Seharusnya Dinas Pendidikan menjelaskan status kontraktor ini. Apakah sudah dikenakan sanksi blacklist karena gagal memenuhi target, atau sengaja diberi addendum (perpanjangan waktu)?" tegas Helmi saat meninjau lokasi, Minggu (4/1/2026).


​Helmi juga memperingatkan agar faktor alam tidak dijadikan kambing hitam untuk memaklumi kelalaian pihak rekanan.


"Jangan sampai alasan cuaca dipakai untuk melegalkan addendum, padahal ini murni kelalaian perusahaan. Jika salah, ya beri sanksi, bukan kebijakan," tambahnya.


Ia juga menantang pihak Dinas Pendidikan Tanggamus maupun pengawas lain, untuk melakukan peninjauan langsung di lokasi, seperti apa progres dan kualitas bangunan SMP Satap yang sudah dikerjakan saat ini.


"Mari kita sama-sama cek ke lokasi proyek, biar semua tahu seperti apa progres dan kualitas dari pekerjaan pembangunan SMP Satap tersebut," tantang Helmi.


​Untuk diketahui, hingga memasuki tahun 2026, keterbukaan informasi publik pada proyek ini nol besar. Tidak adanya papan informasi proyek sejak awal pembangunan memperkuat dugaan adanya upaya menutupi rincian anggaran dari pengawasan masyarakat.


​"Setiap rupiah uang rakyat harus transparan. Proyek SMP Satap ini seperti proyek siluman; sejak awal tidak ada papan informasi, sampai ganti tahun pun tidak ada kejelasan," tandas Helmi.


​Ironi paling nyata datang dari otoritas pendidikan setempat. Tahsir, yang menjabat sebagai Satuan Pelaksana Layanan Pendidikan (SPLP) Cukuh Balak sekaligus Plt. Kepala Sekolah SMP Satap Kubulangka, justru mengaku tidak tahu-menahu soal proyek di lingkungan sekolahnya sendiri.


​Saat dikonfirmasi via pesan singkat WhatsApp, Tahsir memberikan jawaban yang sangat mengejutkan:


​"Saya tidak tahu terkait pembangunan itu. Kapan dimulai, siapa yang menangani, apakah menyalahi aturan atau mangkrak... karena perencanaan dan pelaksanaan tidak ada koordinasi," tulisnya singkat.


​Ketiadaan koordinasi dengan pihak sekolah sebagai pemanfaat bangunan menimbulkan pertanyaan besar: Untuk siapa gedung ini dibangun, dan siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas pengawasannya?


​Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus dan CV Mustika Mulya Kencana belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan dan buruknya kualitas pengerjaan proyek bernilai miliaran tersebut. (Tim)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update