Notification

×

Iklan



Iklan



Proyek Rekontruksi Jalan Senilai Rp14 Miliar Hancur, Kualitas Pekerjaan PT Bumi Lampung Persada Dipertanyakan

04 Januari 2026 | Januari 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-04T11:57:16Z


Tanggamus – Lensa Monitor.

Belum genap enam bulan menghirup udara segar usai rampung dikerjakan, proyek rekonstruksi jalan ruas Umbar – Putihdoh di Kecamatan Cukuh Balak kini berubah menjadi jalur maut. 


Anggaran fantastis senilai Rp14,8 miliar yang digelontorkan pemerintah seolah menguap begitu saja, meninggalkan infrastruktur yang hancur dan membahayakan nyawa warga.

​Hasil pantauan Media Lensa Monitor di lokasi pada Minggu (04/01/2026) menunjukkan pemandangan yang memprihatinkan. Badan jalan yang seharusnya kokoh dengan material hotmix kini terbelah oleh retakan raksasa yang menganga. Mirisnya, kerusakan ini terjadi hanya berselang dua bulan setelah proses serah terima (Provisional Hand Over/PHO).

Fakta di lapangan mengungkap dugaan rendahnya kualitas pengerjaan oleh PT Bumi Lampung Persada (Nomor Kontrak: 01/KTR/PPK-K 12/JLN-045/5-03/3/2025). Selain aspal yang amblas, ditemukan struktur cor rigid pada bahu jalan yang kini menggantung akibat tanah di bawahnya terkikis—sebuah indikasi kuat adanya kegagalan konstruksi atau perencanaan yang tidak matang.

​Lokasi kerusakan berada di titik paling krusial: jalur menanjak yang diapit dua tikungan tajam. Dengan kondisi jalan yang amblas dan dipasangi garis polisi, akses kendaraan tercekik.


​"Mobil tidak bisa berpapasan, harus bergantian. Pilihannya hanya dua: mepet ke tebing batu atau terperosok ke jalan yang amblas. Ini jelas-jelas proyek gagal yang dipaksakan selesai," keluh salah satu pengendara dengan nada geram.


​Hingga saat ini, batang hidung pihak kontraktor maupun alat berat dari PT Bumi Lampung Persada tidak terlihat di lokasi. Padahal, secara aturan, proyek ini masih dalam masa pemeliharaan yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab perusahaan tersebut.

Ketidakhadiran tindakan cepat dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung untuk mengevaluasi rekanan ini pun memicu tanda tanya besar. Masyarakat mendesak agar pemerintah tidak hanya berpangku tangan melihat uang rakyat terbuang dalam proyek yang terkesan dikerjakan secara asal-asalan.

Jika tidak segera diaudit dan diperbaiki secara total, kerusakan ini dipastikan akan memutus akses utama Kecamatan Cukuh Balak dan hanya tinggal menunggu waktu sampai jatuh korban jiwa. (Red).

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update